Jan Kleiner & Ondřej Šupka

Universitas Masaryk, Republik Ceko

Abstrak

Dunia maya telah memainkan peran utama dalam konflik internal Myanmar yang berkepanjangan. Terutama ujaran kebencian di Facebook yang dianalisis di sini dalam bentuk studi kasus dan yang telah dilakukan oleh radikal Budha dan militer Burma (Tatmadaw) sejak 2008. Makalah ini berfokus pada prisma strukturalis dan berorientasi pada pelaku tahun yang analisis Konstitusi 2008, yang memberikan kekuasaan besar ke tangan Tatmadaw, serta perilaku online tokoh publik utama yang relevan. Selanjutnya, Pendekatan militer perlawanan pemberontakan Burma (COIN) dibandingkan dengan konsep teoritis Kilcullen dan Mills dari paradigma Hati and Pikiran. Kampanye militer dilakukan dengan cara melembaga, terhadap posisi pemerintah, yang dimungkinkan dengan Konstitusi 2008. Selain itu, pendekatan COIN yang secara keseluruhan tidak hanya dilakukan oleh militer tetapi juga oleh figur publik lainnya merupakan kombinasi unik dari dinamika bottom-up dan top-down. Akhirnya, berdasarkan perbandingan dengan konsep teoritis, makalah ini menyimpulkan bahwa COIN Myanmar di dunia maya telah gagal karena COIN Myanmar mengejar dan bukan melakukan pendekatan Iron Fist.

 


Hak Cipta © 2020 Jurnal Internasional Kejahatan Dunia Maya - ISSN: 0974-2891 Januari – Juni 2020.
Vol. 14 (1): 254-266. DOI: 10.5281/zenodo.3752991
Penerbit & Pemimpin Redaksi - K. Jaishankar/Open Access (Jurnal Tidak Berbayar untuk Penulis/Pembaca).

Ini adalah artikel Diamond Open Access yang didistribusikan
berdasarkan persyaratan Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 (CC-BY-NC-SA 4.0),
yang memperbolehkan penggunaan non-komersial, distribusi, dan reproduksi tak terbatas di media apa pun,
dengan ketentuan karya aslinya dikutip dengan benar.