Yogyakarta – Kepala Bagian Hukum dan Kerjasama BSSN, Ferry Indrawan menekankan pentingnya bersikap hati-hati dalam memanfaatkan dunia siber/internet kepada masyarakat. Ferry menjelaskan bahwa segala informasi bisa diperoleh melalui dunia siber. Selain itu, terkadang informasi yang kita terima benar tapi tidak banyak juga yang salah. Hal tersebut berakibat pada masyarakat yang mulai dibuat kesulitan untuk membedakan mana informasi yang benar dan salah di dunia siber.

“Banyak diantara kita yang pakai HP untuk internet tapi kurang hati-hati. Banyak kita lihat berita tapi kadang-kadang benar tapi kadang-kadang salah,” kata Ferry dalam kegiatan literasi hukum siber, Kamis (3/12/2020).

 

Dalam pengarahannya, Ferry mengutarakan alasan pentingnya bersikap hati-hati meskipun tidak memiliki perangkat komunikasi elektronik (gawai). Hal itu disampaikan karena mayoritas peserta belum memiliki perangkat komunikasi elektronik (gawai). Sikap hati-hati akan meminimalisir masyarakat terkena modus kejahatan di dunia siber yang dilakukan pihak tidak bertanggungjawab.

 

Literasi Hukum Siber, dilaksanakan dengan menargetkan masyarakat sebagai penerima informasi. Oleh karena itu, Biro Hukum dan Humas BSSN berkolaborasi dengan Museum Sandi BSSN mengundang masyarakat sekitar Rumah Sandi di Dusun Dukuh, Purwoharjo, Samigaluh, Kulon Progo untuk turut hadir. Kegiatan dibuka oleh Kepala Museum Sandi BSSN, Setyo Budi Prabowo yang dilanjutkan pengarahan oleh Kepala Bagian Hukum dan Kerjasama BSSN, Ferry Indrawan dan Kepala Subbagian Bantuan dan Penyelesaian Hukum (BPSH), Bagian Hukum dan Kerjasama, Tomy Prihananto. Melalui kegiatan ini, diharapkan akan meningkatkan pengetahuan mayarakat dalam memanfaatkan dunia siber/internet secara baik dan benar. Selain itu, masyarakat dapat terhindar dari sandungan kasus hukum akibat kesalahan dalam pemanfaatannya. (TOP/KPN)