Pemerintah telah menetapkan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri tahun 2018 pada tanggal 11 sampai 20 Juni. Hal ini menegaskan bahwa kegiatan pemerintahan di tanggal tersebut juga sedang libur. Namun demikian, tidak dengan serangan siber. Serangan siber tetap terjadi di berbagai situs milik pemerintah meskipun di saat hari libur maupun cuti bersama. Berdasarkan pantauan JDIH BSSN di hari ini pukul 11.00 WIB (12/6), ada beberapa situs pemerintah yang telah diserang

Minggu, 10 Juni 2018 hingga Senin, 11 Juni 2018 pukul 10.25 WIB situs resmi Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan www.pajak.go.id diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (P2Humas) DJP Hestu Yoga Saksama menjelaskan peretasan tersebut menggunakan modus deface di mana tampilan muka atau beranda halaman website diganti dengan gambar lain. Meski demikian, ia menjamin data seluruh wajib pajak (WP) aman.

Dia menjelaskan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Pihaknya juga tengah membenahi agar laman tersebut bisa diakses lagi dengan normal.

“Teman-teman IT sedang bekerja memulihkan kembali, agar masyarakat atau wajib pajak dapat mengakses lagi website seperti biasanya. Kami akan meningkatkan lagi keamanan situs dan sistem informasi,” ujar dia dilansir dari detik.com.

Selain itu, salah satu subdomain dari Kementerian Kesehatan dan subdomain dari Pemda Tulungagung juga terkena serangan siber. Pantauan JDIH BSSN di hari ini (12/6) subdomain Kementerian Kesehatan tersebut sudah dalam penanganan administrator yang berwenang meskipun belum dilakukan pemulihan layanan sepenuhnya. Subdomain tersebut memberikan tampilan “under maintenance” yang menyatakan laman ini sedang diperbaiki.

Namun tidak demikian halnya dengan salah satu subdomain Pemda Tulungagung. Laman ini sampai berita ini diunggah, laman tersebut masih mengisyaratkan terjadinya serangan siber pada situsnya atau belum ada penanganan dari administrator yang berwenang.

Berdasarkan pantauan JDIH BSSN, serangan siber yang dilakukan di berbagai situs pemerintah di saat cuti bersama Idul Fitri ini mempunyai kesamaan, yaitu dengan melakukan deface atau pengubahan tampilan sehingga layanan resmi dari situs  tersebut menjadi tidak tersedia. Laman resmi tersebut diretas dan menampilkan pesan berbahasa Inggris dengan latar bendera Palestina.

Dengan adanya berbagai serangan ini, maka diperlukan penanganan dan penyelesaian yang lebih efektif dan efisien baik dari sisi teknis maupun hukum. Karena sudah sepantasnya penegakan hukum atas kasus ini dapat dilaksanakan.  Diharapkan ke depannya Kepolisian Negara Republik Indonesia selaku penyidik dan BSSN yang mempunyai kewenangan penyidikan dapat mengungkap kasus ini. (top/aik)