Yogyakarta – Kepala Museum Sandi BSSN, Setyo Budi Prabowo menegaskan bahwa Kamus Perandian merupakan menu yang paling sering diakses di JDIH BSSN.  Menu tersebut paling sering diakses oleh anggota museum karena menjadi dasar dalam menjelaskan istilah persandian. Hal tersebut menunjukkan bahwa JDIH BSSN memberikan manfaat yang nyata dalam mendukung proses literasi siber bagi masyarakat.

“Nah ini (menu kamus persandian) yang paling sering kita akses. Membantu sekali ini. Karena kalau kita jelaskan ke pengunjung tentang istilah persandian, ini (menu kamus persandian) jadi dasarnya,” kata Setyo dalam kegiatan penyuluhan hukum, Jumat (27/11/2020).

Kegiatan Penyuluhan hukum diawali dengan paparan Kepala Subbagian Bantuan dan Penyelesaian Hukum (BPSH), Bagian Hukum dan Kerjasama, Tomy Prihananto yang menjelaskan tentang JDIH BSSN. Kegiatan dihadiri oleh perwakilan anggota Museum Sandi dan Subbagian Bantuan dan Penyelesaian Hukum (BPSH).

Dipertengahan sesi paparan terkait JDIH BSSN, Setyo menambahkan, pengunjung juga disarankan akses kamus persandian pada JDIH BSSN untuk menemukan istilah persandian yang ingin diketahui. Selain Kamus Persandian, terdapat menu utama lainnya pada JDIH BSSN. Pengunjung dapat mengakses Arsip Hukum, Progsi BSSN, Statistik Peraturan, Jurnal Hukum, Informasi Hukum, dan Berita. Pengunjung juga dapat meninggalkan saran dan kritik untuk mendukung peningkatan layanan JDIH BSSN. (TOP/KPN)