Ada kabar yang gembira bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS). Rabu (13/03) Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, resmi menaikkan gaji PNS. Berdasarkan lampiran PP 15/2019 kenaikan gaji yang diterima PNS sebesar 4,7% – 4,99%. Diharapkan dengan kenaikan gaji bisa memberikan peningkatan kesejahteraan kehidupan PNS yang sejalan dengan meningkatnya kinerja PNS. Gaji terendah yang akan diterima oleh PNS golongan I/a dengan masa kerja 0 tahun, dari Rp 1.486.500 menjadi 1.560.000. Sementara gaji tertinggi PNS golongan IV/e dengan masa kerja lebih dari 30 tahun, dari Rp 5.620.300 menjadi Rp 5.901.200. Kenaikan gaji rata-rata sekitar Rp 80.000. Ketentuan perubahan gaji PNS tersebut berlaku sejak 1 Januari 2019.

Sekedar informasi, kenaikan gaji PNS terakhir terjadi pada 4 tahun lalu. Tentunya hal ini, merupakan hal yang wajar dan tidak perlu dikaitkan dengan tensi politik yang sedang terjadi saat ini. Dengan tidak mengkaitkan kenaikan gaji PNS dengan politik praktis diharapkan netralitas PNS tetap terjaga. DUKUNGLAH KAMI TETAP MENJAGA NETRALITAS PNS!!!

Selain itu, besaran kenaikan gaji yang diperoleh dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup PNS dengan menyesuaikan harga kebutuhan pokok sehari-hari dan inflasi yang mungkin timbul. Besaran kenaikan gaji ini sudah di atas UMR. Oleh karena itu, setelah hak mendapat gaji terpenuhi, konsekuensinya kualitas biroraksi dan motivasi kerja PNS harus meningkat sehingga tercipta aparatur negara yang semakin professional, bertanggungjawab, berkompeten, jujur, tanggap, berdaya guna, santun dan bersih.